Protected by Copyscape Duplicate Content Software
Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai segala bentuk kreasi setiap orang. Harap cantumkan sumber untuk menghindari plagiarisme

Serie A Giornata 9 : Palermo vs Lazio 0 - 1

Minggu, 31 Oktober 2010 0 comments


Giornata 9. Lazio melanjutkan kemenangan beruntun mereka pada lanjutan Liga Italia Serie A pekan ke-9, setelah menundukkan Palermo di kandang mereka. Kali ini para ksatria Lazio membuktikan bahwa, hingga saat ini mereka tidak hanya memenangkan pertandingan dengan bermodalkan keberuntungan, tetapi merupakan sebuah hasil dari usaha keras. Lazio saat ini adalah yang terbaik di serie A, dan semoga untuk seterusnya Lazio dapat menjaga performa mereka sehingga dapat kembali merebut gelar juara yang telah lama tidak mereka rasakan.

Pertandingan Palermo vs Lazio, merupakan sebuah pertandingan dengan tempo yang cepat. Bermain didepan ribuan suporter fanatiknya, Palermo menggempur Lazio sejak peluit pertama dibunyikan. Dengan Javier Pastore yang berperan sebagai tokoh sentral, serangan Palermo berkali-kali membuat para defender Lazio cukup tertekan. Sepanjang pertandingan malam itu, Lazio hanya memanfaatkan sedikit serangan balik namun efektif. Sebuah gol yang tercipta melalui tendangan sambutan bek Lazio, Andre Dias, yang memanfaatkan tendangan bebas Ledesma dari sisi kanan lapangan.

Palermo yang tertinggal semakin memberikan gempuran-gempuran yang membuat jantung para Laziale berdegup kencang. Lazio yang memiliki lini pertahanan terbaiknya dimusim ini, berhasil membuktikan ketangguhan mereka melalui kerja keras. Andre Dias yang mencetak satu-satunya gol kerap kali menggagalkan peluang-peluang Palermo, hingga dinobatkan sebagai man of the match pada pertandingan malam hari ini. Biava pun yang pada awalnya sempat tertekan namun berhasil memperbaiki performa, walaupun sayang pada akhirnya Biava harus mendapatkan kartu kuning kedua setelah melakukan pelanggaran terhadap pemain Palermo. Alhasil Biava pun tak dapat merasakan pertarungan Derby Della Capitale pekan depan. Lichtsteiner dan Radu masing-masing ketat menjaga sisi kanan dan kiri Lazio. Dan yang paling hebat pada malam ini, adalah sang kiper, Fernando Muslera. Kiper timnas Uruguay ini menjadi penyelamat Lazio, setelah melakukan penyelamatan sebanyak 12 tembakan dari Palermo.

Bermain dengan 10 orang setelah Biava diusir wasit, tak menyurutkan mental para pemain Lazio. Hingga peluit akhir pertandingan, Lazio dengan sangat baik menjaga keunggulan 1 gol mereka terhadap tim lawan.

FORZA LAZIO!!!


Palermo vs Lazio : 0 - 1



Palermo (4-3-2-1)

Sirigu; Cassani, Munoz, Bovo, Balzaretti; Migliaccino (48' Hernendez, 58' Maccarone), Bacinovic, Nocerino; Pastore, Ilicic; Pinilla.

Cadangan : Benussi, Darmian, Goian, Kasami.

Pelatih : Dellio Rossi


SS LAZIO (4-2-3-1) :

Muslera; Lichtsteiner, Biava, Dias, Radu; Brocchi, Ledesma; Zarate (84' Gonzalez), Hernanes (78' Stendardo), Mauri (92' Scaloni); Floccari.

Cadangan : Berni, Garrido, Rocchi, Kozak (L).

Allenatore : Edy Reja



Goal Score : 27' Dias

Yellow Card : Dias, Lichtsteiner (L); Balzaretti (P)

Red Card : Biava (L)

Man of the Match : Andre Dias




Preview Match : Palermo vs Lazio

Sabtu, 30 Oktober 2010 0 comments

Setelah pekan lalu berhasil menaklukkan Cagliari dengan skor 2-1, kini Lazio akan kembali melanjutkan jadwal Serie A pekan ke-9. Banyak kritikan-kritikan yang mengalir ke kubu Lazio, beberapa menganggap Lazio adalah yang terbaik di Serie A hingga saat ini, namun beberapa hanya menganggap bahwa sejauh ini Lazio hanya unggul karena faktor keberuntungan. Dalam 2 laga ke depan ini mungkin dapat membuktikan bahwa Lazio tak hanya sekedar beruntung dalam menghadapi musim ini. Palermo akan menjamu pasukan Gli Aquiloti pada pertandingan esok serta disusul derby panas ibukota melawan AS Roma di pekan berikutnya.

Palermo adalah salah satu tim yang sedang menjadi sorotan media saat ini. Tim yang diarsiteki mantan pelatih Lazio, Dellio Rossi ini, memiliki kekuatan yang padu di setiap lini skuadnya. Yang paling disoroti adalah Javier Pastore yang merupakan pemain bertalenta di kubu Palermo, dan salah satu pemain yang sedang bersinar di Liga Italia selain Hernanes di kubu Lazio. Bertengger di peringkat 7 sementara, Palermo dianggap sebagai salah satu tim yang dapat menghentikan keberuntungan Lazio saat ini.


Pelatih Lazio Edy Reja tetap yakin dengan komposisi yang dimiliki Lazio saat ini. Berbekal permainan taktis dengan menguasai lini tengah, Hernanes cs akan berusaha meraih hasil penuh pada pertandingan esok hari tersebut. Formasi 4-2-3-1 akan digunakan oleh Reja untuk menghadapi Palermo. Semoga Lazio dapat membuktikan kehebatan mereka dalam menguasai Serie A pada musim ini. Forza Lazio, non mollare mai!


Palermo (4-3-2-1)
Sirigu;
Cassani, Munoz, Bovo, Balzaretti;
Bogliaccino, Bacinovic, Nocerino;
Pastore, Ilicic;
Pinilla.

Cadangan : Benussi, Garcia, Glik, Goian, Kasami, Maccarone, Hernandez.

Pelatih : Dellio Rossi




LAZIO (4-2-3-1)
Muslera;
Lichtsteiner, Biava, Dias, Radu;
Brocchi, Ledesma;
Zarate, Hernanes, Mauri;
Floccari

Cadangan : Berni, Stendardo, Garrido, Matuzalem, Bresciano, Rocchi.

Pelatih : Edy Reja.


Coppa Italia : Lazio vs Portogruaro 3-0

Kamis, 28 Oktober 2010 0 comments

Lazio berhasil menundukkan tim Serie B, Portogruaro dengan skor 3-0 dalam pertandingan perdana Lazio di Coppa Italia musim 2010/2011. Lazio yang menurunkan pasukan lapis keduanya saat menjamu Portogruaro, di Stadion Olimpico tadi malam, berhasil unggul berkat gol-gol yang diciptakan oleh Alvaro Gonzalez, Libor Kozak dan Mark Bresciano.


Selanjutnya Lazio akan bertemu pemenang pertandingan antara Triestina dan Pescara.

selengkapnya tentang coppa italia bisa anda kunjungi di link berikut ini : Coppa Italia Website



Lazio vs Portogruaro : 3-0

Goal Score: 8' Gonzalez, 36' Kozak, 54' Bresciano (L)



Lazio (4-3-1-2):

Berni; Scaloni (84' Perpetuini), Diakitè, Stendardo, Garrido; Matuzalem, Gonzalez (79' Cavanda), Bresciano (70' Del Nero); Foggia; Rocchi, Kozak.

Cadangan : Bizzarri, Dias, Ledesma, Zarate.

Allenatore : Edy Reja.

Portogruaro (4-4-2):

Rossi; Lanzoni, Pisani, Madaschi, Bianchi (46' D'Elia); Puccio, Scozzarella, Giacobbe, Cunico (70' Schiavon); Bocalon, Altinier (70' Romano).

Cadangan : Marcato, Tarana, Espinal, Gerardi.

Allenatore : Viviani.


Yellow Card : Pisani (P)

Coppa Italia : Lazio vs Portogruaro

Senin, 25 Oktober 2010 0 comments


Pertandingan selanjutnya, Lazio akan menghadapi Portogruaro di partai pembuka Coppa Italia musim 2010/2011 di Stadion Olimpico, Roma pada tanggal 28 Oktober 2010 pukul 02.00 WIB. Forza Lazio!

Lazio (4-3-1-2):
Berni;
Scaloni, Diakite, Stendardo, Garrido;
Gonzales, Matuzalem, Bresciano;
Foggia;
Rocchi, Kozak.

Cadangan : Bizzarri, Cavanda, Dias, Del Nero, Ledesma, Perpetuini, Zarate.

Pelatih : Edy Reja





Portogruaro (4-4-1-1):
Rossi;
Lanzoni, Cardin, Pisani, Bianchi;
Espinal, Scozzarella, Puccio, Schiavon;
Pia;
Bocalon

Cadangan : Mercato, D'Elia, Madascai. Amodio, Tarana, Altinier, Gerardi

Pelatih : Viviani

Serie A Giornata 8 : Lazio vs Cagliari 2 - 1

0 comments



Giornata 8. Kembali meraih kemenangan di kandang sendiri, membuat Lazio tetap berada di puncak klasemen sementara Serie A. Kemenangan demi kemenangan berhasil diraih oleh anak asuhan Edy Reja. Kali ini Cagliari yang harus mengakui kehebatan pasukan Lazio. 4 kemenangan beruntun ini, membuat semangat para pemain Lazio semakin kuat untuk selalu memberikan hasil terbaiknya.

Stefano Mauri kembali menjadi man of the match dalam pertandingan malam itu. Bertindak sebagai kapten Lazio, Mauri menjadi titik sentral permainan Lazio bersama Hernanes. Lazio membuka gol melalui tendangan Floccari dari dalam kotak pinalti sesaat setelah tendangan bebas Hernanes pada menit ke-21. Tendangan terukur Floccari menembus gawang Michael Agazzi untuk merubah skor menjadi 1-0. Lazio yang memiliki keunggulan di lini tengah, lebih menguasai jalannya pertandingan.




Di babak kedua, serangan Lazio kembali berbuah hasil, kali ini dari kerja sama antara Mauri dan Floccari, umpan silang Floccari dari sisi kiri berhasil dimanfaatkan Mauri menjadi sebuah gol, 2-0 untuk Lazio. Pertahanan Lazio yang sebelumnya dalam 3 partai berturut-turut tidak kebobolan, akhirnya harus rela kemasukan oleh gol Alessandro Matri yang memanfaatkan umpan Cossu akibat kesalahan Stefan Radu dalam menyapu laju bola. Cagliari hampir dapat menyamakan kedudukan saat sebuah peluang emas tercipta oleh Matri, namun refleks cepat Muslera masih dapat menangkap tendangan mendatar Matri. Skor 2-1 bertahan hingga peluit panjang berbunyi. Kemenangan Lazio ini melebarkan jarak poin sementara dari peringkat 2 Inter Milan, yang bermain imbang dengan Sampdoria. Semoga Lazio terus berada pada jalur kemenangan, Forza Lazio!

LAZIO vs CAGLIARI : 2 - 1


LAZIO (4-2-3-1):
Muslera; Lichtsteiner, Biava (87' Stendardo), Dias, Radu; Brocchi, Ledesma; Zarate (74' Rocchi), Hernanes (66' Matuzalem), Mauri; Floccari.

Cadangan : Berni, Garrido, Bresciano, Foggia.

Pelatih : Edy Reja


Cagliari (4-3-2-1) :
Agazzi; Perico, Canini, Astori, Agostini; Biondini, Nainggolan (81' Acquafresca), Lazzari (54' Nene); Cossu, Pinardi(74' Lanner); Matri.

Cadangan : Pelizzoli, Biasi, Ariaudo, Sivakov.

Pelatih : Bisoli



Goal Score : 21' Floccari, 52' Mauri (L); 58' Matri (C).

Yellow Card : Perico, Nene, Astori (C).

Man of the Match : Stefano Mauri


Preview Match : Lazio - Cagliari

Minggu, 24 Oktober 2010 0 comments

Giornata 8. Sebagai pemuncak klasemen sementara Lazio siap menghadapi lawan selanjutnya yaitu Cagliari. Kali ini Lazio bermain di depan publik mereka sendiri, di Olimpico, Roma. Meski kali ini Cagliari berada di posisi 16 klasemen sementara, namun materi pemain-pemain yang dimiliki Cagliari cukup hebat, mereka bukan lawan yang mudah untuk dikalahkan. Demi menjaga perolehan poin agar tetap di puncak Lazio harus bermain lebih waspada.

Pelatih Edy Reja nampaknya akan menggunakan taktik 4-3-1-2. Kembali dengan menduetkan Zarate dan Floccari di depan. Namun, tidak menutup kemungkinan sang il capitano Rocchi yang akan dimainkan. Di lini tengah, Lazio masih akan menduetkan trio Brocchi-Ledesma-Mauri serta Hernanes sebagai playmaker. Matuzalem pun siap diturunkan untuk menggantikan Ledesma jika dibutuhkan. Di sektor pertahanan, pulihnya Javier Garrido bisa memberikan tambahan bagi tim sebagai pelapis Radu. Kita saksikan saja pertandingan lanjutan Serie-A giornata 8 Lazio vs Cagliari, besok malam pukul 20.00 WIB.

FORZA LAZIO!




LAZIO (4-3-1-2) :
Muslera;
Lichtsteiner, Biava, Dias, Radu;
Brocchi, Ledesma, Mauri;
Hernanes;
Floccari, Zarate.

Cadangan : Berni, Stendardo, Garrido, Matuzalem, Bresciano, Foggia, Rocchi.

Pelatih : E. Reja





CAGLIARI (4-3-2-1) :
Agazzi;
Perico, Canini, Astori, Agostini;
Biondini, Nainggolan, Lazzari;
Cossu, Pinardi;
Matri.

Cadangan : Pelizzoli, Biasi, Ariaudo, Sivakov, Acquafresca, Nene, Laner.

Pelatih : Bisoli

Serie A Giornata 7 : Bari vs Lazio 0 - 2

Senin, 18 Oktober 2010 0 comments



Giornata 7. Hasil sukses kembali diraih pasukan elang biru kala mempermalukan Bari dihadapan publiknya sendiri dengan 2 gol tanpa balas. Dengan hasil ini, Lazio kembali berada diurutan teratas Serie A dengan 16 poin, selisih 2 angka dari duo Milano yang berada ranking 2 dan 3.


Bermain di Stadion Comunale San Nicola, Lazio yang berkostum away hitam, menunjukkan kelasnya sebagai Capolista dengan menguasai jalannya permainan. Formasi 4-2-3-1 dengan poros serangan berasal dari trio Zarate-Hernanes-Mauri terbukti memberikan tekanan ampuh bagi tim kandang. Dibabak pertama, kedua tim tampak bermain aman, sehingga masih jarang terlihat peluang-peluang emas yang tercipta. Sebuah sundulan Andre Dias memanfaatkan tendangan bebas Ledesma, di babak pertama belum menemui sasaran.




Setelah turun minum, anak asuhan Reja lebih offensive. Pada menit 52 sebuah umpan jauh terukur dari Mauri berhasil dimaksimalkan oleh Hernanes yang berdiri bebas, dan melepaskan tendangan keras yang menembus gawang Bari yang dikawal Jean-Francois Gillet, 0-1 untuk Lazio. Keadaan serupa hampir terjadi dari sisi kanan, saat umpan 40-yard Ledesma disambut tendangan first-time Zarate, namun sayang bola melesat ke sisi luar gawang.




Sergio Floccari menunjukkan kelasnya sebagai striker haus gol di menit 61. Berawal dari umpan Lichtsteiner, bola tendangan Mauri ke arah gawang berubah arah saat terkena lutut Floccari yang lolos dari offside, hingga bola palonetto berputar parabola ke gawang Bari melewati hadangan Gillet, 0-2 untuk Lazio. Tertinggal 2 gol Bari berusaha untuk memperkecil kedudukan, namun baiknya duet center bek Lazio, Biava-Dias, serta tangguhnya Fernando Muslera di bawah mistar gawang, membuat Lazio tetap menjaga clean sheet pada malam itu. Hingga akhir kedudukan skor 0-2 untuk kemenangan Lazio tidak berubah. Semoga kemenangan demi kemenangan terus dilanjutkan oleh pasukan elang biru, Lazio.

Forza Lazio! Avanti Lazio!

BARI vs LAZIO : 0-2




BARI (4-4-2) :
Gillet; Belmonte, A. Masiello, Parisi, S. Masiello; Rivas (68' D'Alessandro), Gazzi (68' Donati), Almiron, Ghezzal; Barreto, Kutuzov (62' Castillo).

Cadangan : Padelli, M. Rossi, Pulzetti, Caputo

Allenatore : Ventura

SS LAZIO (4-2-3-1) :
Muslera; Lichtsteiner, Biava, Dias, Radu; Brocchi, Ledesma; Zarate (85' Diakite), Hernanes (79' Bresciano), Mauri; Floccari (90' Rocchi).

Cadangan : Berni, Garrido, Gonzalez, Foggia.

Allenatore : Edy Reja




Goal Score : 52' Hernanes, 61' Floccari (L)

Yellow card : Ghezzal, S. Masiello (B).

Man of the Match : Stefano Mauri (2 assists)

Derby Primavera : Lazio vs Roma 4 - 0

Minggu, 17 Oktober 2010 0 comments



Kemenangan kembali ditorehkan oleh anak-anak muda Lazio Primavera di bawah asuhan Alberto Bollini saat melakoni Derby Della Capitale Primavera. Libor Kozak, Luis Pedro Cavanda serta Gonzalo Barreto diikutsertakan dalam tim primavera ini. Lazio memimpin dengan skor pembuka yang diciptakan oleh Perpetuini pada menit 26 di babak pertama. Di babak kedua Ceccarelli cs berhasil membungkam Roma Primavera dengan tambahan 3 gol lagi setelah gol yang dicetak oleh Cecarelli, Kozak dan Cinque.



Semoga kemenangan primavera Lazio ini dapat diikuti oleh pasukan seniornya, untuk mengalahkan AS Roma di pentas Serie A nanti. Forza Lazio!


Lazio-Roma 4-0 (1-0)

Lazio (4-3-3):

Berardi; Cavanda, Pantano, Campoli, Crescenzi; Zampa, Ceccarelli (81' Cinque), Capua; Kozak (89' Trombetta), Perpetuini, Barreto (69' Adeleke).

Cadangan : Scarfagna, Vilkaitis, Lanni, Pala.

Allenatore: Alberto Bollini.



Roma (4-2-3-1):

Pigliacelli; Caratelli (10' De Prosperis), Frascatore, Orchi, Barba; Viviani, Caprari; Florenzi, Dieme, Verre (64' Ciceretti); Politano (65' Piscitella).

Cadangan : Pena, Carboni, Falasca, Leonardi.

Allenatore: Alberto De Rossi.



Goal Score : 26' Perpetuini, 64' Ceccarelli, 75' Kozak, 92' Cinque (L).

Yellow Card : Cavanda (L), Campoli (L), Ceccarelli (L); Orchi (R), Florenzi (R).

Dribble 3 : Tomasso Rocchi

0 comments

"Permainannya sangat tenang, namun selalu sigap dalam memanfaatkan peluang, hingga menciptakan banyak gol bagi Lazio. Jiwa sang pemimpin yang selalu memberikan semangat juang pantang menyerah bagi rekan-rekannya di tim, membuat sosok Tomasso Rocchi disegani oleh kawan maupun lawan. Menjadi salah satu striker maut Lazio di lini depan , membawa nama Rocchi menjadi salah satu pemain yang akan selalu diingat oleh para Laziale."
- skilef -




Tommasso Rocchi lahir di Venice, Italia pada tanggal 19 September 1977 adalah seorang pesepakbola jebolan primavera Juventus. Carir primavera-nya berawal pada tahun 1994 saat ia meraih juara primavera bersama Juventus. Rocchi mengawali carir professional di musim 1995/96 pada saat Juventus memenangkan Juara Liga Champions pada musim tersebut. Namun karir Rocchi di Juventus tidak berjalan mulus, tanpa sekalipun ia mengecam penampilan bersama La Vecchia Signora. Dari Juventus Rocchi bermain di klub Serie C Pro Patria, Fermana, Saronno dan Como. Dalam 121 pertandingan, ia membukukan 36 goal. Kemudia ia bermain di Serie B bersama Treviso, kemudian ke Empoli.

Dalam 3 musim bersama Empoli, Rocchi bermain lebih dari 100 penampilan dengan 30 goal, dimana ia berhasil membawa Empoli ke Serie A. Di musim 2003/2004 ia pernah mencetak gol kemenangan saat melawan Inter, dan kemudian mencetak hattrick saat menahan klub asalnya Juventus dengan skor 3-3. Performa meningkat Rocchi, membuat Lazio tertarik merekrutnya pada musim 2004/2005 dengan nilai transfer 4 juta Euro.

Gol perdana Rocchi bersama Lazio tercipta saat Lazio melakoni pertandingan melawan Brescia, dan membawa Lazio menang 2-0. Penampilan terbaiknya musim itu adalah saat ia mencetak hattrick ke gawang Lecce, dan membukukan 13 gol dalam 35 pertandingan. Penampilan perdana Rocchi di pentas Eropa adalah di Piala UEFA pada musim yang sama, dan Rocchi mengemas 2 goal untuk Lazio. Rocchi mencetak gol perdananya di Derby della Capitale saat Lazio mengalahkan Roma 3-1 di tahun 2005. Dan kemudian Rocchi pun menjadi pilihan utama striker Lazio bersama Paolo Di Canio.




Setelah Di Canio gantung sepatu di tahun 2006, Rocchi selalu dipasang sebagai goal getter Lazio. Goran Pandev yang kemudian bergabung, menjadikan duet Rocchi-Pandev menjadi duet tersubur sebagai penyerang Lazio selama 3 tahun berturut-turut. Kerja sama sejati Pandev-Rocchi dalam hal mencetak gol dan memberikan assist merupakan yang terbaik di Lazio saat itu. Pandev memang menjadi pasangan terbaik Rocchi dalam karirnya sebagai striker Lazio.

Permainan tenang Rocchi serta kematangannya dalam menyelesaikan tugas, membuat ia terpilih sebagai Kapten Lazio di tahun 2007/08, menggantikan Zauri yang saat itu jarang bermain akibat mengalami cidera. Il Capitane Rocchi memiliki jiwa Lazio yang sangat kuat hingga ia memutuskan untuk memperpanjang kontrak bersama Lazio hingga tahun 2013. Bersama Lazio Rocchi telah memenangkan Piala Italia 2009 lalu. Selama berbaju I Biancoceleste hingga saat ini, Rocchi telah menorehkan 84 gol dalam 200 penampilan lebih. Dan Rocchi berharap untuk dapat ikut serta dalam daftar pemain yang telah mencetak 100 gol lebih di Lazio. Sebelumnya hanya ada 4 pemain Lazio yang mampu mencetak rekor ini, yakni Silvio Piola, Guiseppe Signori, Bruno Giordano dan Giorgio Chinaglia. Pemain yang dikenal bernomor punggung 18 ini kemudian mengganti nomor punggungnya menjadi nomor 9 pada musim ini.




Il Capitano, Rocchi, juga sempat membela negaranya Italia dalam partai Internasional. Salah satunya saat ia turut serta membela Timnas Italia bersama Lorenzo De Silvestri kala itu, di Olimpiade Beijing tahun 2008 dalam besutan Perluigi Casiraghi. Ia juga mencetak satu gol saat melawan Korea Selatan di Olimpiade tersebut.




Pemain berkepala plontos ini, juga pernah dianugerahi penghargaan sebagai Serie A's Outstanding Player di tahun 2004 dan 2007.

Semoga semangat sang Rocchi "Balboa" takkan pernah padam untuk membela Lazio. Dan menorehkan cita-citanya menjadi salah satu striker terbaik yang pernah dimiliki Lazio. Bravo Il Capitano Rocchi, Non Mollare Mai! Forza Lazio.

Preview Match : Bari - Lazio

Sabtu, 16 Oktober 2010 0 comments

Giornata 7. Setelah pada pekan lalu terdapat jadwal Internasional, dimana Serie A break selama 1 minggu, kini kembali dilanjutkan. Pada pekan ini Lazio akan bertandang ke markas Bari, Stadion Comunale San Nicola. Lazio yang ingin mempertahankan sebagai Capolista Serie A, akan berusaha memperoleh poin penuh atas Bari, pada laga yang berlangsung pada hari Senin, dini hari (WIB).

Bari yang berada diurutan 11 klasemen sementara, tidak dapat dianggap remeh, mereka sejauh ini telah mengoleksi 8 poin dari 6 kali pertandingan. Namun diatas kertas, pasukan Gli Aquiloti masih berada diatas angin. Setelah menaklukkan Brescia pada giornata 6, dan menduduki puncak klasemen, kini mental anak-anak asuhan Edy Reja sedang on fire, dan diharapkan dapat kembali mengulang kemenangan pada pekan ini.




Formasi yang akan digunakan oleh Reja tampaknya akan kembali dirubah. Kini trio Zarate-Hernanes-Mauri akan diplot sebagai playmaker di tiga sisi tengah, dibelakang Floccari sebagai goal getter. Menyisakan duet Brocchi dan Ledesma sebagai duo jangkar. Dengan formasi 4-2-3-1 ini Reja mencoba memaksimalkan kinerja lini tengah Lazio. Di sisi pertahanan, masih akan mengandalkan kuartet Lichtsteiner, Biava, Dias dan Radu. Serta Muslera sebagai kiper utama.

Forza Lazio!!



Bari (4-4-2)

Gillet;
Belmonte, A. Masiello, Parisi, S. Masiello;
Alvarez, Gazzi, Almiron, Ghezzal;
Barreto, Castillo.


Pelatih : Giampiero Ventura






SS LAZIO (4-2-3-1)

Muslera;
Lichtsteiner, Biava, Dias, Radu;
Brocchi, Ledesma;
Zarate, Hernanes, Mauri;
Floccari.

Absen : Cavanda, Meghni, Matuzalem

Pelatih : Edy Reja

Petualangan Bersama Laziale Indonesia di Jakarta

Selasa, 12 Oktober 2010 0 comments



Menjelang kedatangan Timnas Uruguay ke Jakarta dalam pertandingan persahabatan Internasional melawan Timnas Indonesia, saya (penulis) tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk ikut bergabung bersama Laziale Indonesia dalam menyambut sang idola yakni Fernando "Nando" Muslera dan Alvaro Gonzalez yang ikut hadir dalam daftar skuad rombongan pelatih Oscar Tabarez. Berikut adalah sedikit kisah yang menjadikan sebuah pengalaman berharga, khususnya bagi saya sendiri sebagai penulis.

[4/10] Dimulai saat saya mendapatkan kabar bahwa, Muslera akan datang ke Indonesia pada hari Rabu (6/10). Kami dari LIRP berencana berangkat ke Jakarta, sehari sebelum kedatangan Muslera yakni pada hari selasa dan persiapan pun dilakukan. Namun dalam menjelang malam hari mendadak kami mendengar kabar bahwa ternyata Muslera cs akan datang pada hari Selasa, atau sehari lebih cepat dari yang diberitakan.

[5/10] Sedikit kecewa, saat kami melewatkan acara penyambutan Muslera pada hari ini, dan hanya bisa menyaksikan berita dari BFLI di facebook. Dikabarkan bahwa pada saat rombongan Timnas Uruguay yang datang ke Indonesia, penyambutan Muslera dan Gonzalez adalah yang paling meriah, ini menandakan bahwa antusias Laziale Indonesia adalah salah satu yang terbaik di Indonesia. Akhirnya kami berangkat pada malam hari dari Purwokerto ke Jakarta.




[6/10] Pagi hari kami tiba di Jakarta. Setelah mendapat kabar bahwa pada jam 08.00 Timnas Uruguay akan melakukan latihan perdana di Stadion Sumantri Bojonegoro, Kuningan, kamipun bergegas menuju lokasi tersebut untuk mengikuti aktifitas yang dilakukan Muslera dan Gonzalez bersama Tim Uruguay selama di Indonesia. Saat tiba dilokasi, untuk pertama kali untuk saya khususnya bertemu dengan Laziale Indonesia. Dengan membentangkan banner besar bertuliskan "Benvenuti in Indonesia, Nando Muslera e Alvaro Tata Gonzalez" untuk penyambutan sang idola kami menunggu kedatangan Timnas Uruguay. Namun ternyata jadwal latihan Uruguay baru berlangsung pada pukul 10.00, walaupun telah lama menunggu akhirnya kami pun untuk pertama kalinya melihat sosok Muslera, yang merupakan kiper andalan Lazio dan Alvaro Gonzalez, gelandang Lazio. Walaupun selama latihan yang berlangsung tertutup ini hanya bisa kami saksikan jarak jauh, semangat kami dalam meneriakkan nama Nando dan Tata, menyanyikan yel-yel Lazio, Non Mollare Mai, memberikan kesan tersendiri bagi Mulsera dan Gonzalez yang membalasnya dengan lambaian tangan mereka.




[7/10] Sehari sebelum pertandingan kami mendengar kabar berikutnya bahwa Timnas Uruguay akan menggelar konferensi pers di Stadion GBK, sekaligus mencoba lapangan untuk pertandingan esoknya. Dengan semangat kamipun langsung menuju lokasi tersebut, namun menjelang maghrib, saya diberitahu bahwa saat ini Muslera cs sedang melakukan aktifitas berbelanja di Plaza Senayan City. Tak ingin melewatkan hal ini, kami bergegas menyusul kesana. Benar ternyata, bus rombongan Timnas Uruguay tampak terparkir disana. Tanpa pikir panjang kami pun memasuki area Plaza, untuk mencari sosok Muslera dan Gonzalez. Di dalam Plaza tersebut kami bertemu dengan beberapa pemain bintang seperti Edison Cavani, Luiz Suarez, Alvaro Pereira, Diego Perez, Sebastian Eguren yang sedang asik berbelanja. Bahkan ada sedikit cerita menarik, saat saya berpapasan Diego Perez yang merupakan pemain Bologna, ia sempat menyanyikan "non mollare mai" ketika melihat saya yang menggunakan kaos berlambang Lazio. Akhirnya setelah beberapa lama mencari sang idola, kami pun akhirnya bertemu juga dengan sang kiper, Fernando Muslera. Tak menyia-nyiakan kesempatan saat bertemu langsung ini, kami pun menyempatkan diri untuk meminta tanda tangan dan mengabadikan gambar. Nando adalah sosok yang ramah, ia tidak keberatan saat kami meminta tanda tangan bahkan saat ia telah kembali ke dalam bis. Terakhir kami bertemu dengan Alvaro Gonzalez, yang sayangnya kami tidak bisa mendapatkan tanda tangannya, karena penjagaan ketat dari para bodyguard. Namun secara keseluruhan kami sangat puas pada hari ini, walaupun lelah.




[8/10] Hari pertandingan Indonesia vs Uruguay berlangsung pada pukul 20.00 WIB, inilah saat yang ditunggu-tunggu, berangkat dari pukul 16.00 menuju Stadion, kami baru bisa sampai lokasi pada pukul 19.00 karena Jakarta yang macet total saat itu. Untuk pertama kalinya bagi saya khususnya merasakan suasana Stadion terbesar se-Asia Tenggara tersebut, kami pun menjadi bersemangat untuk mendukung Timnas Indonesia saat menjamu Uruguay. Kecewa, saat Tabarez tidak memasukkan nama Muslera dalam skuad Uruguay, dan Gonzalez yang hanya turun di 20 menit akhir pertandingan. Sepanjang pertangingan kami para Laziale Indonesia meneriakkan nama Muslera, walaupun akhirnya tidak dimainkan. Namun, kami tetap bersemangat untuk mendukung Sang Merah Putih, yang juga dihadiri oleh Presiden SBY.




Memasuki jalannya pertandingan, Indonesia bermain baik pada 10 menit awal, dimana melalui kaki Boaz yang berhasil mengecoh kiper cadangan Uruguay, untuk membuka skor 1-0 untuk Indonesia. Sorakan penonton membahana di seluruh sisi stadion. Namun sayangnya setelah unggul permainan Indonesia menurun, sehingga gol balasan melalui tandukan Cavani tercipta. Berikutnya Luiz Suarez menunjukkan kelasnya sebagai striker dunia. Perbedaan tingkat permainan yang ditunjukkan oleh Timnas Uruguay pun terasa kala Cavani dan Suarez yang masing-masing mencetak Hattrick, serta gol tambahan dari Sebastian Eguren, membuat hasil pertandingan ditutup denga skor 1-7 untuk kemenangan Uruguay.




Diakhir pertandingan setelah Muslera bertukar kaos dengan kiper Indonesia, Markus, Muslera sempat melambaikan tangannya kearah tribun yang diisi oleh Laziale Indonesia. Tak hanya itu, seusai pertandingan, kami pun membentangkan banner untuk melepas kepergian Muslera dan Alvaro Gonzalez. Dengan teriakan-teriakan semangat "non mollare mai", saat bis yang ditumpangi Timnas Uruguay melewati kerumunan fans Lazio ini, Nando dan Tata menyempatkan membalas kami dengan lambaian tangan mereka.

Dengan berakhirnya pertandingan malam itu, akhrinya menutup juga petualangan kami di Jakarta, keesokan harinya kami pun kembali ke Purwokerto. Dengan semangat Laziale, kami tidak akan pernah melupakan kesempatan yang jarang terjadi ini. Akhir kata saya mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya bagi pihak-pihak yang telah memberikan bantuannya, khususnya kepada Bung Sofan dan Bung Yusuf atas kebaikannya selama saya berada di Jakarta.

Forza Lazio Ale!


skilef creation

Senin, 04 Oktober 2010 0 comments

Welcome to Indonesia


 
Skilef-Laziale © 2011 | Designed by Bingo Cash, in collaboration with Modern Warfare 3, VPS Hosting and Compare Web Hosting