Protected by Copyscape Duplicate Content Software
Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai segala bentuk kreasi setiap orang. Harap cantumkan sumber untuk menghindari plagiarisme

Review Match : Inter Milan vs Lazio 2 - 1

Selasa, 26 April 2011 0 comments

Giornata 34. Lazio kembali melakoni jadwal tandang dalam lanjutan laga Serie A. Kali ini Lazio bertemu dengan juara bertahan musim lalu, Inter Milan. Target Lazio untuk mempertahankan posisi mereka di Zona Champions cukup sulit dengan sisa pertandingan Serie A yang menyisakan 5 laga terakhir. Non mollare mai!

Lazio bermain dengan cukup baik pada awalnya. Lazio yang menurunkan "magnifici quatro" yakni Hernanes-Mauri-Floccari-Zarate memberikan perlawan yang ketat bagi Inter. Lazio melalui striker asal Argentina, Mauro Zarate berhasil memaksa Inter Milan tertinggal setelah Zarate mencetak gol melalui titik penalti. Maurito dilanggar Julio Cesar di kotak terlarang, ketika menerima umpan terobosan Hernanes. Kiper Inter asal Brasil itu pun langsung di ganjar kartu merah. Zarate yang mengambil eksekusi penalti, berhasil memperdaya kiper kedua Inter, Castellazzi. 0-1 untuk Lazio. Inter membalas gol melalui free-kick Wesley Sneijder menyusul pelanggaran Biava. Sneijder berhasil melesakkan si kulit bundar ke pojok kanan gawang Muslera. Babak pertama berakhir 1-1.

Giornata 34 - Internazionale Milan vs SS Lazio


Babak kedua menjadi malapetaka bagi Lazio. Sebuah counter attack cepat Inter di menit 55 melalui striker asal Cameroon, Samuel Eto'o berhasil membuahkan gol. Eto'o yang memanfaatkan sebuah kesalahan Biava yang terjatuh saat mengejar bola, dengan mudah melewati penjagaan Muslera, dan meneruskan bola ke gawang yang tak terkawal. Lazio pun harus kehilangan sang kapten, Stefano Mauri yang diganjar kartu merah, akibat pelanggaran terhadap bek Inter, Yuto Nagatomo. Lazio sebenarnya hampir menyamakan kedudukan melalui serangan yang dibangun Zarate dan Kozak. Namun sayang, sepakan Kozak hanya membentur mistar gawang Inter Milan.

Eto'o membawa Inter unggul atas Lazio


Lazio masih bisa bernapas sedikit lega, karena pada saat yang sama, Udinese yang terpaut 1 poin dengan Lazio juga takluk atas Parma, 2-0, sehingga membuat Lazio tetap berada di peringkat 4 serie A. Semoga Lazio dapat memperbaiki performa dalam melakoni jadwal sisa. Semoga Lazio dapat mewujudkan target mereka untuk berlaga di UEFA Champions League, musim depan. Amin. Forza Lazio, non mollare mai!

Lazio gagal meraih poin di San Siro.
Inter vs Lazio : 2-1



INTER vs LAZIO : 2-1

Goal score :; 24' Zarate (pen); 40' Sneijder, 53' Eto'o

Red Card : 23' Julio Cesar (I);  66' espulso Mauri (L)

Yellow Card : Garrido (L), Ledesma (L), Zarate (L), Mariga (I).



Inter Milan (4-3-1-2): 
Julio Cesar; Maicon, Ranocchia, Lucio, Nagatomo; Zanetti, Cambiasso, Stankovic (52' Mariga); Sneijder (78' Obi); Milito (24' Castellazzi), Eto'o.

Cadangan : Chivu, Materazzi, Pandev, Pazzini.

Pelatih : Leonardo


Lazio (4-2-3-1): 
Muslera; Garrido (81' Rocchi), Biava, Dias, Lichtsteiner; Bresciano (71' Brocchi), Ledesma; Zarate, Hernanes, Mauri; Floccari (70' Kozak).

Cadangan : Berni, Scaloni, Stendardo, Gonzalez.

Pelatih : Edy Reja.


Review Match : Catania vs Lazio 1 - 4

Senin, 18 April 2011 0 comments

Giornata 33. Lazio melanjutkan kemenangan mereka dalam laga away, di Stadio Angelo Massimino melawan Catania. Demi mengokohkan posisi di 4 besar, Lazio tidak ingin menyia-nyiakan semua kesempatan yang ada untuk meraih poin penuh di laga sisa Serie A. Lazio kini unggul selisih 3 poin dibawah Inter Milan dan selisih 1 poin diatas Udinese.

Turun dengan formasi 4-2-3-1 di awal pertandingan, Edy Reja memasang trio Sculli-Hernanes-Mauri di belakang Floccari. Namun, baru di menit 14 Sculli sudah harus keluar karena cidera, sehingga posisinya digantikan oleh Mauro Zarate. Akan tetapi Zarate yang menjadi pemain pengganti di babak pertama kurang memberikan kontribusi maksimal untuk permainan Lazio. Lazio baru memecah kebuntuan di menit 40, berawal dari umpan Lichtsteiner ke dalam kotak pinalti yang disambut sundulan Mauri, dan bola sundulan Mauri berhasil disambar Hernanes yang menjadi gol pembuka bagi Lazio. Hingga turun minum, Lazio tetap unggul 0-1.
 
Gol pembuka diciptakan oleh Hernanes
 


Memasuki babak kedua, Catania langsung menyamakan kedudukan 30 detik berselang setelah kick-off dilakukan. Adalah Schelotto yang berhasil memanfaatkan bola muntahan hasil tendangan Bergessio yang ditepis Muslera. 1-1. Setelah gol balasan, Lazio kembali bermain lebih agresif. Serangan cepat yang dilancarkan Lazio melalui sisi kanan kerap kali menciptakan peluang. Zarate menunjukkan kehebatannya di babak kedua ini, yang akhirnya membawa Lazio unggul. Pada menit ke 56, assist-nya kepada Mauri yang lolos dari jebakan offside, dengan mudah bersarang ke gawang Andujar. 1-2. Zarate yang tidak lagi memainkan permainan yang individual, kembali menciptakan assist matang untuk Floccari yang berdiri bebas di depan gawang. 1-3 untuk Lazio. Pertandingan malam ini sangat indah bagi seorang Mauro Zarate, pasalnya pemain yang bergabung bersama Lazio di tahun 2008 ini berhasil melengkapi kemenangan bagi Gli Aquilotti setelah melakukan free-kick sempurna di menit 89 yang memperdaya kiper Catania, Andujar. skor 1-4 menutup pertandingan malam itu.

Free-kick Zarate bawa Lazio unggul 1-4 atas Catania


Meraih 3 poin di sisa laga Serie A sangat penting bagi Lazio untuk mengokohkan posisi di zona Liga Champions. Posisi Lazio masih belum aman, karena Udinese terus membuntuti Lazio di peringkat 5, setelah membekuk Napoli dini hari tadi. Semoga Lazio meneruskan kemenangan di sisa musim 2010/2011.
Forza Lazio!

Catania vs Lazio : 1-4



CATANIA vs LAZIO : 1-4

Goal Score : 40' Hernanes (L), 46' Schelotto (C), 57' Mauri (L), 77' Floccari (L), 89' Zarate (L)

Yellow Card : Dias (L), Radu (L), Biava (L), Bresciano (L), Morimoto (C)



Catania (4-2-3-1):
Andujar; Alvarez, Silvestre, Terlizzi, Capuano; Carboni, Lodi (53' P. Ledesma); Schelotto (80' Morimoto), Ricchiuti (70' Gomez), Bergessio; Maxi Lopez.

Cadangan : Campagnolo, Spolli, Marchese, Biagianti.

Pelatih : Simeone



Lazio (4-2-3-1): 
Muslera; Lichtsteiner,  Biava (86' Stendardo), Dias, Radu; C. Ledesma, Bresciano (75' Gonzalez); Sculli (14' Zarate), Hernanes, Mauri; Floccari.

Cadangan : Berni, Scaloni, Garrido, Kozak.

Pelatih : Edy Reja




Preview Match : Catania vs Lazio

Minggu, 17 April 2011 0 comments


Giornata 33. Catania vs Lazio - Stadio Angelo Massimino

Catania (4-2-3-1):
Andujar;
Alvarez, Silvestre, Terlizzi, Capuano;
Carboni, Lodi;
Schelotto, Ricchiuti, Bergessio;
Maxi Lopez.

Cadangan : Campagnolo, Spolli, Marchese, Gomez, Ledesma, Biagianti, Morimoto

Pelatih : Simeone

Absen : Bellusci, Llama, Martinho


SS Lazio (4-2-3-1):
Muslera;
Lichtsteiner, Biava, Dias, Radu;
Ledesma, Bresciano;
Sculli, Hernanes, Mauri;
Floccari.

Cadangan : Berni, Stendardo, Scaloni, Garrido, Gonzalez, Kozak, Zarate

Pelatih : Reja

Absen : Brocchi, Diakitè, Matuzalem

Review Match : Lazio vs Parma 2 - 0

Senin, 11 April 2011 0 comments

Giornata 32. Olimpia kembali diterbangkan di Stadio Olimpico, Roma yang menjadi kandang Lazio kala menjamu Parma pada lanjutan Liga Italia Serie A. Lazio yang berambisi untuk meraih poin penuh demi mengejar satu tiket ke Liga Champions menargetkan kemenangan disetiap laga sisa. Melawan Parma, walau tanpa diperkuat Radu, Biava dan Matuzalem, pasukan I Biancoceleste berhasil mengantongi 3 poin dan naik ke posisi 4, yang menggeser posisi Udinese ke posisi 5 klasemen sementara.

Bermain di depan publik Olimpico Lazio bermain cukup agresif, dengan dukungan tifosi mereka yang kali ini hadir dengan jumlah yang cukup banyak setelah pemotongan harga tiket dilakukan oleh manajemen Lazio. Formasi 4-2-3-1 yang diterapkan sang allenatore, Edy Reja, dengan menempatkan Bresciano-Hernanes-Sculli dibelakang Zarate, cukup cemerlang. Penguasaan lini tengah sangat baik setelah Ledesma dan Hernanes kembali bermain. Posisi Radu masih digantikan oleh Garrido, sementara bek tengah diisi oleh Stendardo sebagai pengganti Biava.

Hernanes - Lazio vs Parma

Di babak pertama, Lazio seperti biasa memainkan pola melalui poros Ledesma dan Hernanes. Sebuah serangan cepat di menit ke-23 berhasil membuahkan hasil. Brocchi yang memberikan bola kepada Hernanes ditepi luar kotak penalti, berhasil berbuah gol ketika tendangan powerfull Hernanes, tak dapat ditepis kiper Parma, Mirante. Kedudukan 1-0 untuk Lazio. Parma yang berusaha membalas melalui aksi individu Giovinco masih belum menemui sasaran dengan kokohnya barisan pertahanan Lazio dan aksi penyelamatan gemilang Muslera. Babak pertama usai dengan agregat 1 gol untuk Lazio.

Floccari's celebration goal - Lazio vs Parma

Masuknya Alvaro Gonzales menggantikan Bresciano di babak kedua, membuat serangan Lazio semakin tajam. Gonzales yang merupakan pekerja keras memperkokoh lini tengah Lazio. Beberapa peluang didapatkan Lazio namun belum menemui sasaran. Floccari masuk menggantikan Zarate di menit ke-71. Dan 6 menit berselang Lazio berhasil menggandakan kedudukan. Lolos dari jebakan offside, Floccari yang hampir setengah musim tidak mencetak gol, akhirnya membawa Lazio unggul 2-0 setelah memperdaya Mirante. Hingga akhir pertandingan Lazio tetap unggul 2-0 atas Parma.

Enam pertandingan terakhir menuju Liga Champions. Semoga Lazio dapat memperoleh hasil terbaik disisa pertandingan yang ada. Forza Lazio! 




LAZIO vs PARMA 2-0

Goal score : 23' Hernanes, 77' Floccari (L)

Yellow Card : Bresciano (L), Stendardo (L), Valiani (P)



Lazio (4-3-1-2): 
Muslera; Lichtsteiner, Stendardo, Dias, Garrido; Brocchi (89' Scaloni), Ledesma, Bresciano (46' Gonzalez); Hernanes; Sculli, Zarate (71' Floccari).

Cadangan : Berni, Del Nero, Foggia, Kozak. 

Pelatih : Edy Reja.



Parma (4-4-1-1): 
Mirante; Zaccardo, Lucarelli, Paletta, Modesto (79' Galloppa); Angelo (55' Candreva), Valiani (79' Bojinov), Dzemaili, Gobbi; Giovinco; Amauri.

Cadangan : Pavarini, Pisano, Nwankwo, Toni Calvo. 

Pelatih : Colomba.


Preview Match : Lazio vs Parma

Sabtu, 09 April 2011 0 comments

Giornata 32. Lazio vs Parma - Stadio Olimpico, Roma

 LAZIO (4-2-3-1):
Muslera;
Lichtsteiner, Stendardo, Dias, Garrido;
Brocchi, Ledesma;
Gonzales, Hernanes, Sculli;
Zarate.

Cadangan : Berni, Scaloni, Del Nero, Bresciano, Foggia, Floccari, Kozak

Pelatih : Edy Reja

Absen : Rocchi, Radu, Matuzalem, Mauri, Biava, Meghni.



PARMA (3-4-1-2):
Mirante;
Zaccardo, Lucarelli, Paletta;
Valiani, Galloppa, Dzemaili, Modesto;
Candreva;
Giovinco, Amauri.

Cadangan : Pavarini, Paci, Angelo, Gobi, Calvo, Bojinov, Crespo

Pelatih : Franco Colomba

Absen : Stefano Morrone.

Sekilas Rumor Transfer Lazio Musim Depan

Jumat, 08 April 2011 0 comments

Liga Italia Serie A telah memasuki babak akhir, tim terbaik yang akan menang akan diketahui dalam beberapa bulan ke depan kompetisi Serie A. Persaingan menuju scudetto, semakin ketat. Perebutan tempat ke zona Liga Champions, Liga Europa, maupun perebutan untuk tetap bertahan di zona degradasi pun akan lebih seru. Setiap tim akan menunjukkan kemampuan maksimalnya dalam beberapa pekan terakhir ini. Untuk Lazio sendiri, target yang paling mungkin diraih musim ini adalah 4 besar yakni merebut jatah tiket ke Liga Champions, meski tidak menutup kemungkinan Lazio masih bisa bersaing memperbutkan tahta scudetto. :)

Walaupun kompetisi Serie A belum berakhir, Lazio kini telah memulai rencana untuk mempersiapkan musim depan. Yak, awal musim saatnya transfer. Lazio sendiri yang akan bersiap kembali bermain di kancah Eropa telah memulai melakukan perburuan pemain untuk menambah kekuatan di musim depan. Bahkan dalam beberapa pekan terakhir ini, banyak nama-nama baru yang dikaitkan dengan tim Biru Langit ini. Berikut adalah nama-nama pemain yang dikaitkan akan meramaikan bursa transfer Lazio di musim panas nanti.

Goalkeeper.
Posisi penjaga gawang utama Lazio nampaknya masih akan dimiliki oleh Fernando Muslera. Kiper yang telah memiliki pengalaman bermain di Piala Dunia ini diharapkan untuk dapat bertahan di Lazio. Walaupun begitu, Lazio mengincar nama Federico Marchetti sebagai cadangan apabila Muslera hengkang, atau sebagai pelapis Muslera dan menggantikan posisi Tommaso Berni. Berni sendiri kemungkinan akan meninggalkan Lazio di akhir musim ini, kontraknya bersama Lazio akan habis di bulan Juni dan diminati beberapa klub Italia, salah satunya adalah Napoli. Kiper ketiga Lazio, musim depan kemungkinan akan dihuni kiper muda dari primavera, Alessandro Berardi.
 
Federico Marchetti

Alessandro Berardi

Defender.
Lini belakan Lazio yang cukup baik sepanjang musim ini, membuat manajemen Lazio tidak begitu memunculkan nama baru. Lazio masih menjagokan 4 nama utama yakni Lichtsteiner, Biava, Dias dan Radu. Lazio juga mempersiapkan nama lain sebagai rotasi, yakni Maxwell, Reto Ziegler dan Bostjan Cesar.

Maxwell

Reto Ziegler

Bostjan Cesar


Midfielder.
Lini tengah Lazio musim ini dinilai cukup baik. Di saat lini depan Lazio kurang produktif, para pemain tengah Lazio ini cukup produktif untuk membantu menciptakan skor. Namun pelapis lini tengah Lazio tidak seimbang dengan kekuatan utamanya. Hernanes, Ledesma adalah dua nama yang akan dipertahankan. Komandan Lazio, Stefano Mauri tengah diminati oleh Napoli. Nama baru yang sangat diharapkan adalah Diego Ribas, Erik Lamela. Dua nama ini dapat menambah kekuatan Lazio untuk musim depan. Nama lainnya adalah Lorik Cana dan Andre Carrillo.

Diego Ribas

Erik Lamela

Lorik Cana

Andre Carrillo


Forward.
Lazio sangat membutuhkan seorang striker yang dapat menciptakan gol dari setiap peluang yang ada. Di musim ini, perolehan gol yang diciptakan striker Lazio sangat minim. Total hanya 19 gol dari gabungan 5 nama striker Lazio. Jumlah ini masih kalah dengan perolehan gol capocanonieri Serie A, yakni Antonio Di Natale dan Edinson Cavani yang masing-masing telah membukukan 25 gol. Oleh karena itu manajemen Lazio berusaha mengincar nama baru untuk posisi ini. Adalah Djibril Cisse, Miroslav Klose, Milivoje Novakovič, Fernando Cavenaghi, Vedad Ibisevic, Carlos Munoz dan Alberto Gilardino dari sekian nama yang dikaitkan dengan Lazio. Vedad Ibisevic dan Djibril Cisse memiliki peluang terbesar untuk bermain di Lazio.

Vedad Ibisevic

Djibril Cisse

Alberto Gilardino

Miroslav Klose



Carlos Munoz


Milivoje Novakovič

Fernando Cavenaghi

all credit image source : google.com

Nama-nama diatas adalah nama pemain yang masuk dalam daftar incaran Lazio untuk musim depan dari berbagai sumber media di Italia. Kita berharap nama terbaik yang akan masuk menjadi bagian dari Lazio di musim depan dan semoga dapat menjadikan Lazio semakin kuat untuk meraih scudetto di musim depan. Forza Lazio!


Review Match : Napoli vs Lazio : 4 - 3

Senin, 04 April 2011 0 comments

Giornata 31. Dengan sisa 8 pertandingan pada musim ini Lazio berusaha untuk mencapai poin penuh agar dapat finish di 4 besar klasemen akhir nanti. Menghadapi Napoli di San Paulo, markas Napoli, Lazio bermain tanpa diperkuat Radu, Matuzalem, Ledesma yang terkena larangan bermain. Meski begitu anak asuhan Reja bertekad untuk melakukan yang terbaik dalam laga ini.

Pertandingan berjalan dengan baik dan seru pada awal pertandingan. Lazio yang menggunakan formasi 4-2-3-1 bermain dengan baik di babak pertama. Serangan balik Lazio membuahkan hasil ketika aksi il capitano, Mauri menjebol gawang De Sanctis untuk membawa Lazio unggul 1 gol. Hingga turun minum, Lazio berhasil mempertahankan keunggulan 0-1 atas sang tuan rumah.

Napoli vs Lazio - source : www.sslazio.it

Di babak kedua, Lazio yang menggandakan kedudukan setelah tendangan bebas Garrido berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Dias, hingga Lazio berhasil menggandakan kedudukan menjadi 0-2. Namun, seketika itu setelah unggul 2-0, para pemain Lazio seakan lengah, hingga 2 gol balasan Napoli tercipta begitu cepat. berawal dari bola mati, sundulan Dossena dan Cavani membuat para laziale tertunduk lesu.
 

Kekecewaan Cristian Brocchi setelah golnya tidak disahkan wasit

 Meski begitu semangat Non Mollare Mai para pemain Lazio bersama dukungan para Laziale membuat permainan Lazio kembali membaik. Sangat disayangkan, keputusan wasit yang tidak adil membuat sisa pertandingan pada laga big match ini tidak berjalan dengan baik. Beberapa keputusan ganjil wasit memberikan kerugian bagi pihak Lazio. Berikut adalah beberapa keganjilan dari keputusan wasit, Luca Banti, yang memimpin jalannya pertandingan tadi malam :
  1. Tendangan luar kotak penalti Brocchi yang telah melewati garis gawang, tetapi tidak disahkan oleh wasit.
  2. Diving yang dilakukan Edison Cavani di kotak penalti Lazio dianggap sebagai sebuah pelanggaran sehingga Napoli dihadiahi penalti.
  3. Pelanggaran akibat diving Cavani membuat Biava langsung diganjar kartu merah. Sebuah kenyataan pahit yang sangat tidak fair.
  4. Gol ke-4 Napoli tercipta karena offside Cavani, hakim garis telah mengangkat bendera offside, namun Luca Banti mengesahkan gol tersebut. Akibatnya Edy Reja yang memprotes kejadian tersebut juga diusir keluar lapangan.

"Saya sangat bangga dengan tim saya karena kami terbiasa untuk mendapatkan hasil kami di lapangan dan dengan cara yang pantas," Claudio Lotito, dikutip dari Football-Italia.

"Kami bermain fair dan tak menghalalkan segala cara untuk menang, tak seperti tim lain. Fair play bukan pilihan," lanjutnya.
Luca Banti - Edison Cavani
  
 Sangat menyedihkan melihat kenyataan bahwa Liga Italia kembali dinodai oleh keputusan dan perbuatan yang tidak sportif.

Paolo Cannavaro - Mauro Zarate


Setelah gol Brocchi yang tidak disahkan wasit, Lazio kembali unggul melalui aksi Zarate yang mengakibatkan bek Napoli, Aronica melakukan own goal. 2-3 untuk Lazio. Diving Cavani berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3, setelah penalti yang dieksekusinya tak dapat ditepis Muslera. Biava terkena espulso akibat ulah Cavani tersebut. Unggul jumlah pemain Napoli kembali menyerang, dan gol Cavani di menit-menit akhir setelah kepustusan "un-fair" wasit menambah duka bagi para Laziale. Lazio harus kalah dalam perhitungan skor dan keputusan kontroversial wasit, 4-3. Namun tidak dalam keseluruhan permainan. Lazio gagal mendapatkan 3 poin, Namun tetap menjadi pemenang bagi para Laziale karena telah menunjukkan sebuah permainan olahraga yang menjunjung sportivitas.

Semoga dengan kejadian ini dapat membuat Lazio menjadi tim yang besar. FORZA LAZIO e Non Mollare Mai!



NAPOLI vs LAZIO : 4-3

Goal Score :
29' Mauri (L), 57' Dias (L), 60' Dossena (N), 62' Cavani (N), 68' own goal Aronica (L), 82' pen. Cavani (N), 88' Cavani (N).


Yellow Card : Dias (L), Dossena (N), Brocchi (L), Campagnaro (N), Cavani (N), Sculli (L)

Red Card : Biava (L), Pelatih Lazio Edy Reja.

NAPOLI (3-4-1-2): 
De Sanctis; Campagnaro, Cannavaro, Aronica; Maggio, Pazienza (58' Mascara), Yebda (86' C. Lucarelli), Dossena (77' Gargano); Hamsik; Cavani, Lavezzi.

Cadangan : Iezzo, Santacroce, Ruiz, Sosa.

Pelatih : Mazzarri


LAZIO (4-2-3-1): Muslera; Lichtsteiner, Biava, Dias, Garrido; Brocchi, Bresciano (82' Stendardo); Gonzalez, Mauri, Sculli; Zarate (83' Floccari).

Cadangan : Berni, Scaloni, Hernanes, Foggia, Kozak.

Pelatih : Reja


Preview Match : Napoli vs Lazio

Minggu, 03 April 2011 0 comments





NAPOLI (3-4-2-1):
De Sanctis;
Campagnaro, Cannavaro, Aronica;
Maggio, Pazienza, Yebda, Dossena;
Hamsik, Lavezzi;
Cavani.

Cadangan : Iezzo, Ruiz, Santacroce, Gargano, Sosa, Mascara, Lucarelli

Pelatih : Mazzarri

Absen : Grava, Zuniga


LAZIO (4-1-4-1):
Muslera;
Lichtsteiner, Biava, Dias, Garrido;
Brocchi;
Gonzalez, Mauri, Hernanes, Sculli;
Zarate.

Cadangan : Berni, Stendardo, Scaloni, Bresciano, Foggia, Floccari, Kozak

Pelatih : Edy Reja

Absen : Rocchi, Diakitè, Meghni, Ledesma, Radu, Matuzalem

Arrividerci Bob Lovati!

Jumat, 01 April 2011 0 comments

Lazio kehilangan salah satu kiper legendaris Lazio di era tahun 50-60an, Roberto "Bob" Lovati. Bob adalah seorang goalkeeper yang bermain di Lazio sejak tahun 1954. Ia juga pernah bermain untuk Pisa, Monza dan Torino sebelum bergabung bersama Lazio. Bob mengantarkan Lazio untuk pertama kalinya menjuarai Coppa Italia pada tahun 1958.

Skuad Lazio saat menjuarai Coppa Italia 1958.
index : Bob Lovati (kiri atas)
source : wikipedia

 
Bob Lovati saat mengantar Lazio menjuarai Coppa Italia 1958
 source : sslazio.it

Setelah pensiun di akhir tahun 61. Bob Lovati pernah menjadi pelatih usia muda SS Lazio, pelatih kiper Lazio, asisten pelatih dan juga menjadi pelatih SS Lazio. Di tangan Bob, Lazio pernah menjuarai Turnamen Coppa Delle Alpi pada tahun 1971.

Tidak hanya sampai disini, bahkan Bob Lovati  mengabdikan dirinya untuk Lazio klub yang dicintainya, hingga ia dipercaya menjadi Sport Directing Manager Lazio. Hingga tutup usia, Bob adalah salah seorang sosok yang berharga bagi klub kebanggan kota Roma tersebut. 

Arrividerci Bob!

 Bob Lovati (kedua dari kiri) bersama Presiden Claudio Lotito dan petinggi Lazio
source : sslazio.it

 
Skilef-Laziale © 2011 | Designed by Bingo Cash, in collaboration with Modern Warfare 3, VPS Hosting and Compare Web Hosting