Protected by Copyscape Duplicate Content Software
Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai segala bentuk kreasi setiap orang. Harap cantumkan sumber untuk menghindari plagiarisme

Review Match : Lazio vs Fiorentina 2 - 0

Minggu, 30 Januari 2011 0 comments

Giornata 22. Lazio mengahadapi Fiorentina dalam laga lanjutan Serie A pekan ke-22. Dua gol Libor Kozak membawa Lazio meraih 3 poin setelah menekuk Fiorentina. Striker asal Republik Ceko ini diturunkan sejak menit pertama oleh allenatore Edy Reja sebagai ujung tombak.


Formasi awal Lazio yang diturunkan Reja kali ini tanpa Dias dan Zarate yang terkena hukuman bermain. Hernanes juga dicadangkan, untuk persiapan melawan AC Milan pada midweek ini. Meski begitu, permainan Lazio terlihat lebih baik dari pada pekan-pekan sebelumnya.


Pada babak awal, kedua tim cukup berimbang. Lazio harus melakukan 2 subtitusi pada menit-menit awal setelah Diakite dan Floccari yang mengalami cidera. Stendardo bertugas menggantikan tugas Diakite dan Sculli di posisi Floccari. Di babak kedua, permainan Lazio lebih berkembang dengan adanya Sculli. Gol pertama Lazio tercipta setelah Kozak di jatuhkan di kotak terlarang. Kozak yang menjadi penendang penalti, berhasil menyarangkan bola ke gawang. Beberapa menit kemudian, serangan balik yang cepat kembali membuahkan hasil, dan crossing manis Sculli, memudahkan Kozak untuk mencetak gol keduanya pada malam itu.

LAZIO vs FIORENTINA : 2-0

Goal Score: 69' Kozak (pen), 74' Kozak

Lazio (4-4-2):
Muslera;
Lichtsteiner, Diakitè (13' Stendardo), Biava, Radu;
Gonzalez (80' Hernanes), Brocchi, Ledesma, Mauri;
Floccari (38' Sculli), Kozak.

Cadangan : Berni, Cavanda, Scaloni, Foggia.

Pelatih : Reja.


Fiorentina (4-2-3-1):
Boruc;
De Silvestri, Gamberini, Kroldrup, Gulan;
Donadel (75' Behrami), Montolivo;
Cerci (70' Babacar), Ljajic (46' D'Agostino), Santana;
Gilardino.

Cadangan : Neto, Camporese, Comotto, Marchionni.

Pelatih : Mihajlovic.


Yellow Card : Gulan (F), Donadel (F), Mauri (L), Cerci (F), Kroldrup (F), Lichtsteiner (L).

Man of the Match : Libor Kozak (Lazio)



Transfer : Giuseppe Sculli

0 comments

Bursa transfer Lazio di bulan Januari ini diawali dengan perburuan attacante atau penyerang. Beberapa nama sempat menjadi kandidat transfer Reja. Namun keputusan itu jatuh pada pemain Genoa, Giuseppe Sculli. Pemain berkebangsaan Italia ini adalah seorang penyerang yang lebih bertipe sebagai penyuplai. Reja merekrut Sculli untuk menambah daya serang Lazio dengan kelihaiannya dalam mengolah bola dan memberikan umpan matang. Pemain berusia 29 tahun ini, merupakan jebolan akademi primavera Juventus yang pernah merumput pada dengan beberapa klub papan tengah Italia seperti Chievo, Brescia, Messina dan Genoa.


Giuseppe Sculli mengawali debut berkostum Lazio, pada giornata 21 lalu, saat menghadapi Bologna. Namun, Sculli yang dalam keadaan cidera ringan hanya dapat bermain sekitar 30 menit, sebelum akhirnya digantikan oleh Zarate. Pada laga itu, Zarate yang mendapatkan 2 kali larangan bermain untuk 2 pekan berikutnya. Di giornata ke-22, Sculli yang masuk menggantikan Floccari karena cidera, mulai menunjukkan kemampuannya. Umpan - umpannya pada malam itu sangat baik, perannya sebagai penyuplai bola cukup efektif. Assist yang ia berikan hingga terciptanya gol kedua Kozak pada malam itu, membawa Lazio memperoleh 3 poin di kandang.

Benvenutti Sculli! semoga di pekan-pekan selanjutnya dapat memberikan warna baru bagi Lazio. Forza Lazio!

Review Match : Hasil Pertandingan Lazio di Bulan Januari

Sabtu, 29 Januari 2011 0 comments

Giornata 18 [6/1]. Lazio bertandang ke markas Genoa. Lazio yang menurunkan skuad utamanya gagal mencetak gol ke gawang Genoa. Peluang emas yang didapatkan Floccari dan Hernanes belum dapat menemui sasaran. Beruntung barisan pertahanan Lazio bermain dengan baik, terutama sang kiper, Muslera, yang berhasil menggagalkan peluang - peluang Genoa. skor imbang 0-0 cukup adil untuk kedua tim.


Giornata 19 [9/1]. Lazio bermain didepan publik Olimpico dalam menjamu Lecce. Namun, permainan yang ditunjukkan Lazio justru mengecewakan. Lecce justru lebih menguasai permainan. Permainan Lazio yang terlalu terbuka dimanfaatkan oleh Jeda untuk membuka skor 0-1. Lazio sempat menyamakan kedudukan di awal babak kedua, setelah gol yang dicetak Stefano Mauri setelah menyambut umpan free-kick Ledesma. Sayangnya pada menit-menit akhir, serangan balik yang cepat dari Lecce berhasil dimaksimalkan oleh Grossmuller, untuk memenangkan 3 poin Lecce atas Lazio. Kekalahan ini cukup ironis dikala Lazio sedang merayakan ulang tahunnya ke-111.


Giornata 20 [16/1]. Lazio menjamu Sampdoria. Lazio yang tidak mau kehilangan poin, berusaha untuk menampilkan permainan menyerang. Namun, serangan monoton Lazio jarang yang membuahkan peluang emas. Diakite yang menggantikan peran Biava sebagai center bek, bermain sangat baik malam ini, sehingga serangan Sampdoria juga tidak membahayakan gawang Lazio. Beruntung, sang super sub Libor Kozak, berhasil memecah kebutuan di menit 83, ketika sundulannya menjadi penentu kemenangan Lazio. Free-kick Ledesma berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Kozak. Lazio menang 1-0.


Coppa Italia 3rd Round [19/1]. Derby Lazio vs Roma kembali bertemu pada musim ini. Kali ini kedua tim bertemu pada perempat final Coppa Italia. Lazio bermain cukup baik pada pertandingan ini, Libor Kozak dan Alvaro Gonzalez bermain baik sejak menit pertama. Sayang tim seberang lebih beruntung. Hansball Lichtsteiner di kotak penalti, dimanfaatkan oleh Borriello untuk mencetak gol ke gawang Tomasso Berni yang menjadi starter di malam itu. Hernanes sempat menyamakan kedudukan juga melalui titik putih setelah pelanggaran keras Juan terhadap Zarate. Sayangnya, dewi fortuna belum berada di pihak Lazio, Simplicio mencetak gol kemenangan bagi Roma. Lazio harus rela kalah 1-2.


Giornata 21 [23/1]. Bertandang ke markas Bologna. Lazio membuka permainan dengan gol cepat pada menit-menit awal, melalui kaki Floccari yang bekerja sama dengan Hernanes. Namun, unggul 1 gol, membuat Lazio terlena, Ramirez menyamakan gol dengan sebuah sontekan indah yang tak dapat dijangkau Muslera. Baru beberapa menit kemudian, mantan pemain primavera Lazio, Marco Di Vaio , berhasil memperdaya barisan belakang Lazio hingga gol tercipta. Lazio yang berusaha menyamakan kedudukan hingga menjelang akhir tak dapat membuahkan hasil positif. Bahkan Di Vaio kembali memperbesar kedudukan di menit akhir, memanfaatkan umpan jauh ex-pemain Lazio lainnya, Mudingayi. Bologna mengalahkan Lazio dengan skor 3-1.


Melihat hasil review yang dilakoni Lazio pada bulan Januari ini, tampaknya membuat kita, para laziale, kurang puas dengan performa yang ditampilkan anak-anak asuhan Reja. Faktor lainnya mungkin menunjukkan bahwa bursa transfer Lazio pada Januari ini - yang hingga saat ini hanya memasukkan nama Giuseppe Sculli - kurang berbuah baik. Walaupun begitu kita berharap bahwa Lazio dapat menunjukkan permainan terbaiknya untuk kembali bersaing memperebutkan tahta tertinggi di kompetisi Liga Italia Serie A ini. Forza Lazio non mollare mai.

Maaf! lama tidak update berita...

0 comments

Mohon maaf bagi para pembaca setia blog ini, juga bagi visitor yang sekedar mampir untuk melihat-lihat, ataupun pengunjung yang gak sengaja masuk ke blog ini. Selama bulan Januari ini, admin skilef-laziale.blogspot.com tidak hampir tidak dapat melakukan postingan tentang info maupun berita terbaru mengenai klub kebanggan kita ini. Hal ini bukan karena penurunan grafik permainan Lazio akhir-akhir ini - walaupun entah kenapa ketika penulis tidak melakukan update posting, Lazio menjalani pertandingan dengan hasil yang cukup buruk (-_-") -, tapi tak lain adalah karena kesibukan yang sedang dijalani penulis.

Namun sebagai penulis saya untuk mencoba, menyajikan kembali apa yang tertinggal di bulan januari ini, beberapa review pertandingan, seputar transfer Lazio di bursa Januari ini, dan info - info penting lainnya mengenai I Biancoceleste. Juga dengan harapan bahwa untuk selanjutnya, penulis dapat memberikan info dan berita seputar Lazio secara update lagi.

Terima kasih telah mengunjungi blog ini. :)

Contents

Minggu, 02 Januari 2011

Loading...




Lazio menuju 2011!

0 comments

2010 telah berlalu, kini sebuah lembaran yang berjudul "2011" datang. Perjalanan berat telah kita lalui bersama dalam mendukung klub kesayangan kita, SS LAZIO. Pada posting kali ini, penulis akan mencoba menceritakan sebuah catatan singkat mengenai perjalanan Lazio di tahun 2010. Apa saja yang terjadi pada tahun 2010 kemarin?



Di awal ahun 2010 merupakan masa-masa kritis Lazio dalam menghadapi Seire A, saat itu Lazio masih berada dibawah asuhan Davide Ballardini. Tidak dapat dipungkiri bahwa masa pelatihan Ballardini di Lazio merupakan salah satu yang terburuk semenjak 10 tahun terakhir. Lazio harus bersusah payah untuk menghindari zona degradasi kala itu. Namun segalanya berubah, ketika kedatangan pelatih berumur 65 tahun, Edoardo "Edy" Reja. Sosok Reja merupakan sosok yang paling sukses yang kita jumpai di Lazio pada tahun 2010 lalu. Menggantikan peran Ballardini, Reja berhasil menyelamatkan Lazio dari ancaman degradasi.


Alenatore Lazio : Edy Reja


Memasuki musim 2010/2011, Lazio dibawah asuhan Reja menunjukkan performa yang sangat baik. Coba saja, apakah ada yang membayangkan Lazio mencapai peringkat 3 hingga pertengahan musim ini? :D Ya, ini adalah catatan baik bagi Lazio dibawah asuhan Edy Reja, tak lepas dari usaha keseluruhan tim. Satu hal yang pasti Lazio telah kembali berada di level atas Serie A.

Mengenai transfer di awal musim 2010/2011 ini, kita juga memiliki seorang pejuang tangguh yang menjadi idola baru bagi seluruh Laziale. Dia adalah Hernanes. Pemain asal Brasil ini direkrut Lazio dari Sao Paulo untuk memberikan perubahan di lini tengah Lazio, khususnya. Hernanes adalah seorang pemain yang jenius, ia dapat beradaptasi dengan baik di pentas Serie A. Di dalam tim, Hernanes juga sangat padu dalam berduet dengan Mauri, Ledesma, Brocchi dan Zarate. Tak heran penyuplai bola handal ini, menjadi salah satu pembelian terbaik di Serie A, bahkan Eropa.


Transfer market : Presiden Lazio Claudio Lotitto (kiri) dan pemain baru Lazio Hernanes (kanan)


Serie A telah berjalan hingga pertengahan musim. Lazio kini berada di peringkat 3 hanya berbeda selisih gol dengan peringkat 2, Napoli, dan berbeda 3 poin dengan capolista sementara Serie A, AC Milan. Kepaduan tim kini sangat baik, mengingat musim sebelumnya pernah terjadi sebuah konflik intern di kubu Lazio. Saat ini, setiap tim menunjukkan kegigihan mereka dalam melakoni setiap pertandingan. Kiper utama Lazio, Muslera, semakin berkembang dalam menjaga gawang Lazio. Duet Biava dan Dias, menjadikan Lazio pertahanan Lazio cukup tangguh. Lichtsteiner dan Radu juga sangat baik dalam melakukan peranan di tim. Brocchi dan Ledesma memberikan permainan menawan bagi Lazio. Hernanes dan Mauri menjadi duo playmaker yang menjadi inti permainan Lazio. Zarate dan Floccari juga sangat baik dalam menjawab kepercayaan seluruh tim untuk mencetak gol. Dan seluruh pasukan lainnya, Berni, Cavanda, Stendardo, Diakite, Garrido, Matuzalem, Bresciano, Alvaro Gonzalez, Del Nero, Foggia, Kozak, Rocchi dan lainnya.




Kini kita berharap untuk Lazio agar dapat meneruskan perjuangan mereka, dan semakin meningkat hingga mendapatkan hasil terbaik. Inilah saatnya, Lazio menuju lembaran baru, tahun 2011 telah datang. FORZA LAZIO!





 
Skilef-Laziale © 2011 | Designed by Bingo Cash, in collaboration with Modern Warfare 3, VPS Hosting and Compare Web Hosting