Protected by Copyscape Duplicate Content Software
Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai segala bentuk kreasi setiap orang. Harap cantumkan sumber untuk menghindari plagiarisme

Review Match : Napoli vs Lazio : 4 - 3

Senin, 04 April 2011 0 comments

Giornata 31. Dengan sisa 8 pertandingan pada musim ini Lazio berusaha untuk mencapai poin penuh agar dapat finish di 4 besar klasemen akhir nanti. Menghadapi Napoli di San Paulo, markas Napoli, Lazio bermain tanpa diperkuat Radu, Matuzalem, Ledesma yang terkena larangan bermain. Meski begitu anak asuhan Reja bertekad untuk melakukan yang terbaik dalam laga ini.

Pertandingan berjalan dengan baik dan seru pada awal pertandingan. Lazio yang menggunakan formasi 4-2-3-1 bermain dengan baik di babak pertama. Serangan balik Lazio membuahkan hasil ketika aksi il capitano, Mauri menjebol gawang De Sanctis untuk membawa Lazio unggul 1 gol. Hingga turun minum, Lazio berhasil mempertahankan keunggulan 0-1 atas sang tuan rumah.

Napoli vs Lazio - source : www.sslazio.it

Di babak kedua, Lazio yang menggandakan kedudukan setelah tendangan bebas Garrido berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Dias, hingga Lazio berhasil menggandakan kedudukan menjadi 0-2. Namun, seketika itu setelah unggul 2-0, para pemain Lazio seakan lengah, hingga 2 gol balasan Napoli tercipta begitu cepat. berawal dari bola mati, sundulan Dossena dan Cavani membuat para laziale tertunduk lesu.
 

Kekecewaan Cristian Brocchi setelah golnya tidak disahkan wasit

 Meski begitu semangat Non Mollare Mai para pemain Lazio bersama dukungan para Laziale membuat permainan Lazio kembali membaik. Sangat disayangkan, keputusan wasit yang tidak adil membuat sisa pertandingan pada laga big match ini tidak berjalan dengan baik. Beberapa keputusan ganjil wasit memberikan kerugian bagi pihak Lazio. Berikut adalah beberapa keganjilan dari keputusan wasit, Luca Banti, yang memimpin jalannya pertandingan tadi malam :
  1. Tendangan luar kotak penalti Brocchi yang telah melewati garis gawang, tetapi tidak disahkan oleh wasit.
  2. Diving yang dilakukan Edison Cavani di kotak penalti Lazio dianggap sebagai sebuah pelanggaran sehingga Napoli dihadiahi penalti.
  3. Pelanggaran akibat diving Cavani membuat Biava langsung diganjar kartu merah. Sebuah kenyataan pahit yang sangat tidak fair.
  4. Gol ke-4 Napoli tercipta karena offside Cavani, hakim garis telah mengangkat bendera offside, namun Luca Banti mengesahkan gol tersebut. Akibatnya Edy Reja yang memprotes kejadian tersebut juga diusir keluar lapangan.

"Saya sangat bangga dengan tim saya karena kami terbiasa untuk mendapatkan hasil kami di lapangan dan dengan cara yang pantas," Claudio Lotito, dikutip dari Football-Italia.

"Kami bermain fair dan tak menghalalkan segala cara untuk menang, tak seperti tim lain. Fair play bukan pilihan," lanjutnya.
Luca Banti - Edison Cavani
  
 Sangat menyedihkan melihat kenyataan bahwa Liga Italia kembali dinodai oleh keputusan dan perbuatan yang tidak sportif.

Paolo Cannavaro - Mauro Zarate


Setelah gol Brocchi yang tidak disahkan wasit, Lazio kembali unggul melalui aksi Zarate yang mengakibatkan bek Napoli, Aronica melakukan own goal. 2-3 untuk Lazio. Diving Cavani berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3, setelah penalti yang dieksekusinya tak dapat ditepis Muslera. Biava terkena espulso akibat ulah Cavani tersebut. Unggul jumlah pemain Napoli kembali menyerang, dan gol Cavani di menit-menit akhir setelah kepustusan "un-fair" wasit menambah duka bagi para Laziale. Lazio harus kalah dalam perhitungan skor dan keputusan kontroversial wasit, 4-3. Namun tidak dalam keseluruhan permainan. Lazio gagal mendapatkan 3 poin, Namun tetap menjadi pemenang bagi para Laziale karena telah menunjukkan sebuah permainan olahraga yang menjunjung sportivitas.

Semoga dengan kejadian ini dapat membuat Lazio menjadi tim yang besar. FORZA LAZIO e Non Mollare Mai!



NAPOLI vs LAZIO : 4-3

Goal Score :
29' Mauri (L), 57' Dias (L), 60' Dossena (N), 62' Cavani (N), 68' own goal Aronica (L), 82' pen. Cavani (N), 88' Cavani (N).


Yellow Card : Dias (L), Dossena (N), Brocchi (L), Campagnaro (N), Cavani (N), Sculli (L)

Red Card : Biava (L), Pelatih Lazio Edy Reja.

NAPOLI (3-4-1-2): 
De Sanctis; Campagnaro, Cannavaro, Aronica; Maggio, Pazienza (58' Mascara), Yebda (86' C. Lucarelli), Dossena (77' Gargano); Hamsik; Cavani, Lavezzi.

Cadangan : Iezzo, Santacroce, Ruiz, Sosa.

Pelatih : Mazzarri


LAZIO (4-2-3-1): Muslera; Lichtsteiner, Biava, Dias, Garrido; Brocchi, Bresciano (82' Stendardo); Gonzalez, Mauri, Sculli; Zarate (83' Floccari).

Cadangan : Berni, Scaloni, Hernanes, Foggia, Kozak.

Pelatih : Reja


Preview Match : Napoli vs Lazio

Minggu, 03 April 2011 0 comments





NAPOLI (3-4-2-1):
De Sanctis;
Campagnaro, Cannavaro, Aronica;
Maggio, Pazienza, Yebda, Dossena;
Hamsik, Lavezzi;
Cavani.

Cadangan : Iezzo, Ruiz, Santacroce, Gargano, Sosa, Mascara, Lucarelli

Pelatih : Mazzarri

Absen : Grava, Zuniga


LAZIO (4-1-4-1):
Muslera;
Lichtsteiner, Biava, Dias, Garrido;
Brocchi;
Gonzalez, Mauri, Hernanes, Sculli;
Zarate.

Cadangan : Berni, Stendardo, Scaloni, Bresciano, Foggia, Floccari, Kozak

Pelatih : Edy Reja

Absen : Rocchi, Diakitè, Meghni, Ledesma, Radu, Matuzalem

Arrividerci Bob Lovati!

Jumat, 01 April 2011 0 comments

Lazio kehilangan salah satu kiper legendaris Lazio di era tahun 50-60an, Roberto "Bob" Lovati. Bob adalah seorang goalkeeper yang bermain di Lazio sejak tahun 1954. Ia juga pernah bermain untuk Pisa, Monza dan Torino sebelum bergabung bersama Lazio. Bob mengantarkan Lazio untuk pertama kalinya menjuarai Coppa Italia pada tahun 1958.

Skuad Lazio saat menjuarai Coppa Italia 1958.
index : Bob Lovati (kiri atas)
source : wikipedia

 
Bob Lovati saat mengantar Lazio menjuarai Coppa Italia 1958
 source : sslazio.it

Setelah pensiun di akhir tahun 61. Bob Lovati pernah menjadi pelatih usia muda SS Lazio, pelatih kiper Lazio, asisten pelatih dan juga menjadi pelatih SS Lazio. Di tangan Bob, Lazio pernah menjuarai Turnamen Coppa Delle Alpi pada tahun 1971.

Tidak hanya sampai disini, bahkan Bob Lovati  mengabdikan dirinya untuk Lazio klub yang dicintainya, hingga ia dipercaya menjadi Sport Directing Manager Lazio. Hingga tutup usia, Bob adalah salah seorang sosok yang berharga bagi klub kebanggan kota Roma tersebut. 

Arrividerci Bob!

 Bob Lovati (kedua dari kiri) bersama Presiden Claudio Lotito dan petinggi Lazio
source : sslazio.it

UNICEF : Sponsor Resmi Jersey Lazio

Minggu, 27 Maret 2011 0 comments

Menurut beberapa media di Italia, Lazio telah bekerja sama dengan Organisasi penggalangan dana bagi anak - anak yaitu UNICEF sebagai sponsor resmi jersey Lazio. Inovasi terbaru pada jersey ini akan berlangsung selama masa 4 tahun. Sebagaimana kita tahu bahwa sebelumnya sejak tahun 2009, Lazio tidak menggunakan sponsor produk tertentu untuk menghiasi jersey mereka. Lotito tidak pernah melakukan negosiasi terhadap sponsor jersey, meskipun sponsor jersey dapat memberikan tambahan dana bagi Lazio. Namun mulai musim depan logo UNICEF (masih belum diumumkan secara resmi) akan menghiasi kostum Lazio di musim depan.

Logo UNICEF sendiri sejak tahun 2006 menjadi sponsor pada jersey klub raksasa Spanyol, Barcelona. Dimana sponsor ini berbeda dengan sponsor jersey pada sebuah klub umumnya. Lazio tidak akan menerima dana dari UNICEF, namun sebaliknya Lazio akan memberikan kontribusi pada UNICEF seperti yang dilakukan oleh Barcelona. Penghargaan yang didapatkan tidak lain adalah sebuah pengabdian terhadap dunia.

Berikut adalah sebuah gambar desain untuk jersey Lazio untuk musim 2011-2012. Desain ini diadaptasi dari jersey Lazio merebut Scudetto pertama di era tahun 70'an.

sampel desain jersey Lazio musim 2011/2012


Giorgio Chinaglia (1969–1976)


Forza Lazio!

Review Match : Hasil Pertandingan Lazio di Bulan Maret

Sabtu, 26 Maret 2011 0 comments

Welcome back to skilef-laziale!
Pertama-tama saya (penulis) mengucapkan permintaan maaf karena dalam beberapa pekan di bulan maret ini saya kembali tidak dapat memberikan berbagai informasi diblog ini. Adapun karena bebrapa alasan tertentu yang membuat saya tidak dapat meluangkan waktu untuk menulis blog ini. Namun sebagai manusia biasa (dan bukan mesin, hehe) saya akan mencoba kembali memanfaatkan waktu yang ada demi memberikan informasi seputar klub kebanggan kita, SS Lazio, yang tidak lain merupakan hobi saya sebagai penggemar sepak bola terutama klub berjuluk I biancoceleste ini.
Tutto spiacente! (it means "I'm sorry all" :D)

Berikut adalah rangkaian beberapa kejadian penting menjelang berakhirnya bulan maret yang belum dikemas secara update pada blog ini.

Giornata 27 [27/2]. Lazio bertandang ke markas Cagliari. Lazio bermain buruk dalam pekan ini. Serangan yang dilancarkan kurang variatif. Bahkan anak asuhan Edy Reja harus kecolongan oleh aksi Acquafresca yang menyebabkan Andre Dias menciptakan own goal ke gawang yang dikawal Tommaso Berni. skor 1-0 bertahan hingga akhir pertandingan.




Giornata 28 [7/3]. Giliran Lazio menjamu Palermo di kandang. Lazio yang berusaha bertahan di zona champions league, harus memetik kemenangan di beberapa partai sisa. Palermo yang grafik permainannya sedang menurun, menjadi target empuk bagi Lazio. Dua gol striker anyar Lazio yang dibeli pada transfer januari lalu, membawa Lazio mengantongi 3 poin pada dini hari tersebut. Gol ini juga tercatat sebagai gol pertama Guiseppe Sculli untuk Lazio.




Giornata 29 [13/3]. Another Derby Della Capitale. Ya, pekan ini Lazio berhadapan dengan rival abadi mererka, AS Roma. Namun, pertandingan ini kembali diwarnai kontroversi yang dilakukan supporter AS Roma yang meniru "cheat laser" Malaysia di piala AFF kala melawan Indonesia. Tampak jelas dalam beberapa gambar yang menangkap laser hijau menghalangi pandangan kiper Lazio, Fernando Muslera. Dan "berkat" laser ini, Fransesco Totti berhasil menyarangkan dua gol dari tendangan free kick dan tendangan penalti. Dalam laga ini, Stephan Radu dan Cristian Ledesma juga terkena kartu merah atas provokasi yang dilakukan Totti. Lazio harus rela turun peringkat ke posisi 5 klasemen sementara.




Giornata 30 [19/3]. Lazio berusaha untuk mencapai target mereka untuk bermain di Liga Champions musim depan. Melawan Cesena di Olimpico. Lazio langsung menciptakan gol cepat kala Mauro Zarate mencetak gol hasil kerja sama tim, dan memanfaatkan umpan Stepano Mauri. Namun gol ini menjadi satu-satunya gol yang tercipta bagi pasukan biru langit, karena beberapa peluang yang tercipta tidak menambah pundi-pundi gol bagi Lazio. Hasil ini membuka peluang Lazio untuk kembali merebut posisi empat besar.




Kini untuk menggapai laga sisa, kita berharap agar Lazio dapat memberikan permainan terbaiknya dan memenangkan seluruh pertandingan laga sisa. Seperti dikutip dari pernyataan Il Capitano Stepano Mauri bahwa saat ini hanya para pemain sendiri dan juga fans yang memiliki keyakinan tim kesayangan mereka akan mampu berbicara banyak saat kompetisi musim ini berakhir. Peluang juara juga belum tertutup, apalagi meraih tiket lolos ke Liga Champions musim depan. Untuk itu mari berikan semangat kalian para Laziale untuk klub kesayangan kita.

FORZA LAZIO! NON MOLLARE MAI!





 
Skilef-Laziale © 2011 | Designed by Bingo Cash, in collaboration with Modern Warfare 3, VPS Hosting and Compare Web Hosting